Keteladanan Tokoh Pendiri Negara dalam Kelahiran, Perumusan,
dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara .
|
No. |
Nama Tokoh |
Peranan |
Halaman |
|
1 |
Ir. Sukarno |
ketua PPKI
yang memimpin pelaksanaan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan menetapkan
Undang-Undang Negara Republik Indonesia yang dalam Pembukaan terdapat pula
rumusan Pancasila sebagai dasar negara. |
41 |
|
2 |
Drs. Mohammad
Hatta |
sebagai wakil
ketua PPKI telah berjuang mengusahakan beberapa perubahan dasar negara yang
terdapat dalam Piagam Jakarta, khususnya sila pertama yang berbunyi
“Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” dengan harapan agar
seluruh bangsa Indonesia tetap bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia |
41 |
A.
Makna sila-sila Pancasila. (hal.44 s.d. 55 )
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
· Merupakan hubungan individu dengan hal yang dianggapnya memiliki kekuatan yang mulia, suci, agung, dan sakral (hal. 44)
· Bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang saling menghargai perbedaan keyakinan (hal. 45)
CONTOH : dibuktikan dengan adanya enam agama yang diakui negara Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (44)
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
· Merupakan hakikat sifat manusia yang memiliki akal, budi, pikir, rasa, karsa, keimanan, dan keyakinan sebagai makhluk yang mempunyai derajat martabat yang tinggi sehingga tindakan dan keputusannya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara didasarkan pada tata nilai yang berlaku. (hal. 48)
· bahwa negara dan seluruh bangsa Indonesia harus memuliakan martabat sesama manusia yang didasari oleh nilai kemanusiaan sebagai prinsip dalam pergaulan sehari-hari. (hal. 47-48
CONTOH : memunculkan sikap saling menghargai, peduli,
menghormati, dan nondiskriminasi terhadap hak dan kewajiban setiap orang (48)
3. Persatuan Indonesia
· menjadi landasan bangsa Indonesia untuk mempersatukan rakyat da lam bingkai keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan. (hal. 49)
· enjadi hal utama yang perlu diwujudkan dalam keseharian sebagai usaha mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia, yaitu kehidupan yang adil dan makmur. (hal. 49)
CONTOH : mencintai tanah air, mencintai keberagaman budaya
dan seluruh suku bangsa, kepedulian terhadap kelestarian budaya dan lingkungan
alam (hal.49)
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
· bermakna bahwa sistem pemerintahan dalam penyelenggaraan negara harus sesuai hakikat rakyat.(hal. 51)
· Pelaksanaan demokrasi Pancasila memungkinkan siapa pun yang memenuhi persyaratan dapat menjadi pemimpin di Indonesia melalui prosedur yang telah ditentukan (hal. 51)
·
CONTOH : memilih ketua kelas (hal. 52)
Ke 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
· Bahwa seluruh aspek kehidupan masyarakat harus selalu memperhatikan, mempertimbangkan, dan memperlakukan manusia berdasarkan hak dan kewajiban yang dimilikinya sebagai warga negara Indonesia
CONTOH :- ikut serta dalam kegiatan gotong royong. - berani bersikap adil dan menolong orang yang lemah






