Rabu, 23 September 2026

Bab 2 Penerapan Nilai-Nilai Pancasila (Pendidikan Pancasila Kelas 8 Semester Ganjil, Edisi Revisi , Halaman 39 s.d. 55 )

 


Keteladanan Tokoh Pendiri Negara dalam Kelahiran, Perumusan, dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara .

No.

Nama Tokoh

Peranan

Halaman

1

Ir. Sukarno

ketua PPKI yang memimpin pelaksanaan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan menetapkan Undang-Undang Negara Republik Indonesia yang dalam Pembukaan terdapat pula rumusan Pancasila sebagai dasar negara.

41

2

Drs. Mohammad Hatta

sebagai wakil ketua PPKI telah berjuang mengusahakan beberapa perubahan dasar negara yang terdapat dalam Piagam Jakarta, khususnya sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” dengan harapan agar seluruh bangsa Indonesia tetap bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

41


A.                  Makna sila-sila Pancasila. (hal.44 s.d. 55 )

No.

SILA KE-

BUNYI

NILAI / MAKNA

HALAMAN

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 













 



  

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 






 

5

 

 

 

 

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 















3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

4

 

 

 

 

 

 

 







  

5

Ketuhanan Yang Maha Esa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



  

Persatuan Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

 

 

 

 

 







Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

·         Merupakan hubungan individu dengan hal yang dianggapnya memiliki kekuatan yang mulia, suci, agung, dan sakral

·         Bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang saling menghargai perbedaan keyakinan


CONTOH : dibuktikan dengan adanya enam agama yang diakui negara Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

 ·         Merupakan hakikat sifat manusia yang memiliki akal, budi, pikir, rasa, karsa, keimanan, dan keyakinan sebagai makhluk yang mempunyai derajat martabat yang tinggi sehingga tindakan dan keputusannya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara didasarkan pada tata nilai yang berlaku

 ·         bahwa negara dan seluruh bangsa Indonesia harus memuliakan martabat sesama manusia yang didasari oleh nilai kemanusiaan sebagai prinsip dalam pergaulan sehari-hari.

 CONTOH : memunculkan sikap saling menghargai, peduli, menghormati, dan nondiskriminasi terhadap hak dan kewajiban setiap orang

 ·         menjadi landasan bangsa Indonesia untuk mempersatukan rakyat da lam bingkai keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan. 

·         menjadi hal utama yang perlu diwujudkan dalam keseharian sebagai usaha mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia, yaitu kehidupan yang adil dan makmur.

 CONTOH : mencintai tanah air, mencintai keberagaman budaya dan seluruh suku bangsa, kepedulian terhadap kelestarian budaya dan lingkungan alam

 

 ·         bermakna bahwa sistem pemerintahan dalam penyelenggaraan negara harus sesuai hakikat rakyat.

 ·         Pelaksanaan demokrasi Pancasila memungkinkan siapa pun yang memenuhi persyaratan dapat menjadi pemimpin di Indonesia melalui prosedur yang telah ditentukan

·         CONTOH : memilih ketua kelas

 ·         Bahwa seluruh aspek kehidupan masyarakat harus selalu memperhatikan, mempertimbangkan, dan memperlakukan manusia berdasarkan hak dan kewajiban yang dimilikinya sebagai warga negara Indonesia

 CONTOH :

- ikut serta dalam kegiatan gotong royong.

- berani bersikap adil dan menolong orang yang lemah

44

 

 

 

 

45

 

 



 

44

 

 

 

 

 

 

 



47

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

47-48

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

48

 

 

 49

 

 

 

 

 



 

49

 

 

 

 

 

 

 

51

 

 

 

 

51

 

 

 

 

 

52

 

  


54

 


 

 

 

 

 

 

 

54

 

 

 

 

 


C. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (IPS Kelas 8 Semester Ganjil halaman 47 s.d. 50)


 

    Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data BPS pada pertengahan tahun 2023 sebesar 278,7 juta jiwa.

     Sumber daya manusia yang berkualitas menjadi kunci penting untuk mengelola sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia.

1.    Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (hal. 47)

Kualitas SDM dapat dilihat pada tingkat pendidikan angkatan kerja

·         Tamatan SMA/sederajat dengan persentase     30,22%.

·         Tamatan SD/sederajat dengan capaian              24,62%.

·         Jenjang sekolah SMP/sederajat sebanyak         22,74%.

·         Perguruan tinggi proporsinya hanya                 10,15%

(Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023)

Secara global, kualitas sumber daya manusia dapat dinilai dengan menggunakan kriteria Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang dikembangkan oleh United Nation Development Programme (UNDP), sebuah organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

IPM mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup, yaitu : (HAL. 48)

·         umur panjang dan sehat,

·         pengetahuan,

·         kehidupan yang layak

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia :

No.

Tahun

%

Peningkatan %

1

2022

73,77

 

2

2023

74, 39

0,84 (0,62 poin)

 

 Selama 2020–2023, IPM Indonesia rata-rata meningkat sebesar 0,72 persen per tahun.

1.  Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (hal. 49)

 Beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan  kualitas SDM, a.l :

·         Sistem pendidikan yang baik dan bermutu.

·         Penguatan peran agama

·         Peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai diklat, kompetensi, pembinaan, dan lain-lain

·         Pembinaan dan pengembangan masyarakat terutama generasi muda.

·         Kepatuhan pada nilai-nilai dasar kehidupan.

 


2. Kondisi Geografis yang Memengaruhi Keragaman Budaya (IPS Kelas 8 Semester Ganjil ) Edisi Revisi (halaman 40 s.d. 46)


Lingkungan fisik akan memengaruhi keragaman budaya.

Perbedaan topografi, iklim, dan ketersediaan sumber daya alam antar wilayah menciptakan kondisi yang unik bagi masyarakat untuk beradaptasi dan berkembang : (hal. 40-41)

a.  Pesisir/Rawa/Dataran Rendah yang panas

No.

Budaya

Bentuk  adaptasi

1

Cara Berpakaian

·         Bahan tipis

·         Mudah menyerap keringat

2

Bentuk Rumah

·         Bentuk Rumah Panggung dengan tiang tinggi

·         Agar terhindar dari banjir

3

Mata Pencaharian

·         Nelayan dan pedagang

4

Motif batik( Nusantara)

(hal. 40)

·         cenderung berhubungan dengan laut

·         banyak mendapat pengaruh dari berbagai kebudayaan.

 


b. Pegunungan/Subur/Dataran Tingi yang dingin

No.

Budaya

Keterangan

1

Cara Berpakaian

·         Bahan Tebal

·         Memberi rasa hangat

2

Bentuk Rumah

·         Bangunan yang kokoh

·         Atap yang curam

·         Dan terbuat dari jerami

3

Mata Pencaharian

·         Petani dan beternak

4

Motif batik pegunungan

·         terinspirasi dengan alam dan flora fauna setempat, contoh sekitar Banyumas dan Pekalongan (hal. 40-41)

 

Faktor lain yang memengaruhi keberagaman budaya di Indonesia di antaranya faktor geografis, seperti 

* isolasi geografis, 

* kondisi iklim, dan 

* letak geografis. ( hal. 43-44) :

     Interaksi antar masyarakat yang berasal dari berbagai penjuru dunia dan penduduk di wilayah Nusantara pada masa lalu memberikan pengaruh besar terhadap kebudayaan.

(hal. 45)

     Jumlah penduduk dan luas wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya (hl. 45)

     Penjajahan, perang, dan globalisasi telah menyebabkan para pendatang menetap di daerah baru dan berinteraksi dengan penduduk setempat. Akibatnya, terbentuk komunitas masyarakat yang dipengaruhi oleh beberapa budaya. (hal. 45)

Bangsa Indonesia sebagai bangsa majemuk dan multikultur terdiri atas berbagai macam kebudayaan.

Keragaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang perlu kita lestarikan. Pelestarian budaya perlu dilakukan untuk kepentingan generasi penerus bangsa agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.




Bab 2 Penerapan Nilai-Nilai Pancasila (Pendidikan Pancasila Kelas 8 Semester Ganjil, Edisi Revisi , Halaman 39 s.d. 55 )

  Keteladanan Tokoh Pendiri Negara dalam Kelahiran, Perumusan, dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara . No. Nama Toko...