Senin, 27 Juli 2026

KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA

 1. PERBEDAAN TENAGA ENDOGEN DAN EKSOGEN



2. DAMPAK POSITIF KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA



3. DAMPAK NEGATIF KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA




Jumat, 24 Juli 2026

SEJARAH KELAHIRAN PANCASILA ( PP KELAS VII SEMESTER GANJIL)

 

PERITIWA-PERISTIWA PENTING SEPUTAR KELAHIRAN PANCASILA









1. Pembentukan BPUPKI (hal 6)

No.

TANGGAL

PERISTIWA

HAL

1

8 Desember 1941,

Jepang menyerang pangkalan armada Amerika Serikat di Kota Pearl Harbour Pulau Hawai.

6

2

8 Maret 1942

panglima tentara Hindia Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat

8

3

1 Maret 1945

Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan disingkat BPUPK atau Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai

8

4

29 April 1945

Badan Penyelidik/ BPUPK ini dilantik

dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat diangkat sebagai ketua, didampingi oleh Raden Pandji Soeroso dari Indonesia dan Ichibangase Yosio dari Jepang sebagai wakil ketua.

9

5

29 Mei–1 Juni 194

BPUPK melaksanakan sidangnya yang pertama

untuk membahas dasar negara,

9

6

10–17 Juli 1945

membahas rancangan Undang-Undang Dasar

Sidang BPUPK dilaksanakan di gedung Chuo Sangi In yang sekarang dikenal dengan nama Gedung Pancasila di Jalan Pejambon No. 6 Jakarta.


2. Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK

No.

TANGGAL

PERISTIWA

HAL

1

29 Mei 1945 sampai dengan

 1 Juni 1945

Masa persidangan BPUPK yang pertama

dipimpin oleh ketua BPUPK, yaitu dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.

14

2

1 Juni 1945

Ir. Sukarno menyampaikan pemikirannya tentang dasar negara (Pancasila)

14

3

“Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016

tentang Hari Lahir Pancasila

15

4

22 Juni 1945

rumusan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan

15

5

18 Agustus 1945

rumusan inal oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia

15

6

 

 

 


B. Perumusan Pancasila oleh Panitia Sembilan

     Setelah berakhirnya sidang BPUPK yang pertama, dibentuklah Panitia Kecil yang terdiri atas delapan orang yang diketuai oleh Ir. Sukarno. Panitia ini bertugas mengumpulkan usul-usul para anggota BPUPK serta merumuskan Pancasila sebagai dasar negara berdasarkan pidato yang disampaikan Ir. Sukarno. (hal. 16)

Panitia Sembilan ini, pada tanggal 22 Juni 1945 di kediaman Ir. Sukarno Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, berhasil menyepakati rancangan preambul yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila. Ir. Sukarno menyebut rancangan preambul ini dengan “Mukadimah”, Muhammad Yamin menyebutnya “Piagam Jakarta”, dan Soekirman Wirsosandjojo menyebutnya “Gentlemen’s Agreement”.(hal. 17)


Kamis, 23 Juli 2026

LETAK INDONESIA




 

















Letak Indonesia di persimpangan dunia memberikan keuntungan besar sekaligus tantangan .Secara astronomis (6° LU-11° LS & 95° BT-141° BT), Indonesia beriklim tropis dengan curah hujan tinggi, memiliki hutan hujan, dan tiga zona waktu
Secara geografis (antara 2 benua dan 2 samudra), Indonesia menjadi jalur strategi perdagangan, kaya biota laut, dan memiliki keragaman budaya akibat persilangan bangsa.
Secara geologis, Indonesia melewati jalur cincin api (cincin api) yang menyuburkan tanah tetapi menjadikannya rawan bencana. 
Untuk lebih rincinya, berikut adalah pengaruh spesifik dari ketiga letak tersebut:
1. Pengaruh Letak Astronomis
  • Iklim Tropis: Mendapat sinar matahari sepanjang tahun, sehingga suhu udara relatif hangat (berkisar 20° C - 30° C).
  • Dua Musim: Memiliki musim hujan dan kemarau yang mempengaruhi angin muson.
  • Pembagian Waktu: Terbagi menjadi tiga zona waktu: Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT). 
2. Pengaruh Letak Geografis
  • Jalur Perdagangan Internasional: Menjadi titik silang strategi untuk lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia.
  • Keberagaman Sosial Budaya: Membuka interaksi dengan berbagai negara yang membawa pengaruh agama, bahasa, dan kebiasaan.
  • Kekayaan Laut dan Alam: Pertemuan arus laut membawa nutrisi tinggi yang membuat laut Indonesia kaya akan ikan dan biota lainnya. 
3. Pengaruh Letak Geologis
  • Kesuburan Tanah Tinggi: Abu vulkanik dari deretan gunung berapi membuat tanah di Indonesia sangat subur untuk pertanian. 
  • Keanekaragaman Sumber Daya Mineral: Wilayah pertemuan lempeng tektonik menyimpan mineral cadangan, logam, dan minyak bumi yang berlimpah.
  • Rawan Bencana Alam: Berada di pertemuan lempeng aktif Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania menyebabkan Indonesia rawan terhadap gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. 





KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA

 1. PERBEDAAN TENAGA ENDOGEN DAN EKSOGEN 2. DAMPAK POSITIF KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA 3. DAMPAK NEGATIF KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA