SUTARNO SMP 2 PATEBON KENDAL
Selasa, 06 Oktober 2026
Jumat, 02 Oktober 2026
BAGAN DAN PENGERTIAN MACAM- MACAM INTERAKSI SOSIAL (IPS KELAS 8 SEMESTER GANJIL ) (edisi revisi )
a.
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial (hal. 52)
1.
a. Interaksi sosial menurut Gillin & Gillin
Sosiolog, Gillin & Gillin,
mendeࢆnisikan interaksi sosial sebagai hubungan
sosial yang terjadi antara individu dan individu, individu dan kelompok, maupun
kelompok dan kelompok (hal. 51)
b. Interaksi
Sosial Asosiatif
Interaksi
sosial asosiatif ialah jenis interaksi sosial positif yang mengarah pada suatu
kesatuan (hal. 52)
c. Interaksi
Sosial Disosiatif
Interaksi sosial disosiatif
memiliki hasil akhir yang negatif atau berujung pada perpecahan antarindividu
maupun kelompok.
2.
a) Kerja Sama
Kerja
sama merupakan kegiatan utama dari proses interaksi sosial asosiatif karena
interaksi sosial merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kepentingan
atau kebutuhan bersama
b)
Akomodasi
Akomodasi
ialah suatu proses seorang individu atau kelompok dalam tahap penyesuaian
akibat pertentangan yang terjadi sebelum akomodasi, dalam rangka mengatasi
ketegangan.
c) Asimilasi
Asimilasi
merupakan bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang saling memengaruhi sehingga
memunculkan kebudayaan baru dengan meninggalkan sifat asli tiap-tiap
kebudayaan.
d)
Akulturasi
Akulturasi
merupakan proses sosial yang terjadi jika kelompok sosial dengan kebudayaan
tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing (baru) sehingga kebudayaan tersebut
diserap atau diterima dan diolah dalam kebudayaan sendiri tanpa meninggalkan
sifat asli kebudayaan penerima.
3.
Macam-acam Kerjasama
(1) Bargaining
ialah bentuk kerja sama yang merupakan perjanjian pertukaran barang atau jasa
antara dua organisasi atau lebih.
(2) Coalition
(koalisi) ialah kerja sama berupa perpaduan atau penggabungan antara
dua organisasi atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
(3) Joint
venture ialah kerja sama dalam pendirian atau penyelesaian
proyek-proyek tertentu.
(4) Cooptation
(kooptasi) ialah suatu penerimaan unsur baru dalam kepemimpinan baru
dalam organisasi atau kehidupan politik.
4.
Macam-macam Akomodasi
(1)
Toleration (toleransi) ialah
bentuk akomodasi yang berupa sikap menerima dan menghormati perbedaan, meskipun
ada ketidaksepakatan atau perbedaan pandangan
(2)
Coercion (koersi) ialah bentuk
dari akomodasi yang prosesnya dilaksanakan secara paksaan, salah satu pihak
menguasai pihak lain.
(3)
Arbitration (arbitrase) ialah
suatu bentuk penyelesaian masalah melalui pihak ketiga yang bersifat netral
(4)
Mediation (mediasi) ialah
penyelesaian sengketa yang menyerupai arbitrase, tetapi pihak ketiga hanya
sebagai perantara dan tidak mempunyai kewenangan mengambil prakarsa.
(5)
Conciliation (konsiliasi) ialah
usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih dengan bantuan
pihak ketiga agar tercapai persetujuan bersama
(6)
Ajudikasi ialah cara untuk
menyelesaikan konࢇik atau sebuah sengketa yang
terjadi antara dua pihak dengan cara melibatkan orang lain sebagai pihak ketiga
melalui jalur pengadilan
5.
Pengertian persaingan
Persaingan
atau kompetisi merupakan interaksi negatif karena merupakan suatu proses yang
timbul dari dua pihak atau lebih yang saling memperebutkan sesuatu yang
jumlahnya terbatas sehingga memungkinkan untuk melakukan segala cara
6.
Pengertian kontravensi
Kontravensi
merupakan suatu proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan
atau konࢇik
7.
Pengertian pertentangan/Konࢇik Sosial
Pertentangan (conࢇict)
ialah usaha menentang pihak lawan dalam mencapai tujuan tertentu. Bahkan,
sering kali, konࢇik diikuti ancaman dan kekerasan.
C. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (hal. 47 – 50) IPS KELAS 8 SEMESTER GANJIL (Revisi )
Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data BPS pada pertengahan tahun 2023 sebesar 278,7 juta jiwa.
Sumber daya manusia
yang berkualitas menjadi kunci penting untuk mengelola sumber
daya yang dimiliki bangsa Indonesia.
1. 1. Kualitas
Sumber Daya Manusia Indonesia (hal. 47)
Kualitas
SDM dapat dilihat pada tingkat pendidikan angkatan kerja
·
Tamatan
SMA/sederajat dengan persentase
30,22%.
·
Tamatan
SD/sederajat dengan capaian
24,62%.
·
Jenjang
sekolah SMP/sederajat sebanyak
22,74%.
·
Perguruan
tinggi proporsinya
hanya 10,15%
(Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun
2023)
Secara global,
kualitas sumber daya manusia dapat dinilai dengan menggunakan kriteria Indeks
Pembangunan Manusia (IPM), yang dikembangkan oleh United Nation Development
Programme (UNDP), sebuah organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
IPM mengukur
capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup,
yaitu : (HAL. 48)
·
umur
panjang dan sehat,
·
pengetahuan,
·
kehidupan
yang layak
Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia :
|
No. |
Tahun |
% |
Peningkatan
% |
|
1 |
2022 |
73,77 |
|
|
2 |
2023 |
74, 39 |
0,84 (0,62
poin) |
Selama 2020–2023, IPM Indonesia rata-rata meningkat sebesar 0,72 persen per
2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (hal. 49)
Beberapa
hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM, a.l :
·
Sistem
pendidikan yang baik dan bermutu.
·
Penguatan
peran agama
·
Peningkatan
kapasitas SDM melalui berbagai diklat, kompetensi, pembinaan, dan lain-lain
·
Pembinaan
dan pengembangan masyarakat terutama generasi muda.
·
Kepatuhan
pada nilai-nilai dasar kehidupan.
Rabu, 23 September 2026
Bab 2 Penerapan Nilai-Nilai Pancasila (Pendidikan Pancasila Kelas 8 Semester Ganjil, Edisi Revisi , Halaman 39 s.d. 55 )
Keteladanan Tokoh Pendiri Negara dalam Kelahiran, Perumusan,
dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara .
|
No. |
Nama Tokoh |
Peranan |
Halaman |
|
1 |
Ir. Sukarno |
ketua PPKI
yang memimpin pelaksanaan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan menetapkan
Undang-Undang Negara Republik Indonesia yang dalam Pembukaan terdapat pula
rumusan Pancasila sebagai dasar negara. |
41 |
|
2 |
Drs. Mohammad
Hatta |
sebagai wakil
ketua PPKI telah berjuang mengusahakan beberapa perubahan dasar negara yang
terdapat dalam Piagam Jakarta, khususnya sila pertama yang berbunyi
“Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” dengan harapan agar
seluruh bangsa Indonesia tetap bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia |
41 |
A.
Makna sila-sila Pancasila. (hal.44 s.d. 55 )
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
· Merupakan hubungan individu dengan hal yang dianggapnya memiliki kekuatan yang mulia, suci, agung, dan sakral (hal. 44)
· Bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang saling menghargai perbedaan keyakinan (hal. 45)
CONTOH : dibuktikan dengan adanya enam agama yang diakui negara Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (44)
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
· Merupakan hakikat sifat manusia yang memiliki akal, budi, pikir, rasa, karsa, keimanan, dan keyakinan sebagai makhluk yang mempunyai derajat martabat yang tinggi sehingga tindakan dan keputusannya dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara didasarkan pada tata nilai yang berlaku. (hal. 48)
· bahwa negara dan seluruh bangsa Indonesia harus memuliakan martabat sesama manusia yang didasari oleh nilai kemanusiaan sebagai prinsip dalam pergaulan sehari-hari. (hal. 47-48
CONTOH : memunculkan sikap saling menghargai, peduli,
menghormati, dan nondiskriminasi terhadap hak dan kewajiban setiap orang (48)
3. Persatuan Indonesia
· menjadi landasan bangsa Indonesia untuk mempersatukan rakyat da lam bingkai keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan. (hal. 49)
· enjadi hal utama yang perlu diwujudkan dalam keseharian sebagai usaha mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia, yaitu kehidupan yang adil dan makmur. (hal. 49)
CONTOH : mencintai tanah air, mencintai keberagaman budaya
dan seluruh suku bangsa, kepedulian terhadap kelestarian budaya dan lingkungan
alam (hal.49)
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
· bermakna bahwa sistem pemerintahan dalam penyelenggaraan negara harus sesuai hakikat rakyat.(hal. 51)
· Pelaksanaan demokrasi Pancasila memungkinkan siapa pun yang memenuhi persyaratan dapat menjadi pemimpin di Indonesia melalui prosedur yang telah ditentukan (hal. 51)
·
CONTOH : memilih ketua kelas (hal. 52)
Ke 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
· Bahwa seluruh aspek kehidupan masyarakat harus selalu memperhatikan, mempertimbangkan, dan memperlakukan manusia berdasarkan hak dan kewajiban yang dimilikinya sebagai warga negara Indonesia
CONTOH :- ikut serta dalam kegiatan gotong royong. - berani bersikap adil dan menolong orang yang lemah
2. Kondisi Geografis yang Memengaruhi Keragaman Budaya (IPS Kelas 8 Semester Ganjil ) Edisi Revisi (halaman 40 s.d. 46)
Lingkungan fisik akan memengaruhi keragaman budaya.
Perbedaan topografi,
iklim, dan ketersediaan sumber daya alam antar wilayah menciptakan
kondisi yang unik bagi masyarakat untuk beradaptasi dan berkembang :
(hal. 40-41)
a. Pesisir/Rawa/Dataran Rendah yang panas
|
No. |
Budaya |
Bentuk adaptasi |
|
1 |
Cara Berpakaian |
·
Bahan
tipis ·
Mudah
menyerap keringat |
|
2 |
Bentuk Rumah |
·
Bentuk
Rumah Panggung dengan tiang tinggi ·
Agar
terhindar dari banjir |
|
3 |
Mata Pencaharian |
·
Nelayan
dan pedagang |
|
4 |
Motif batik( Nusantara) (hal. 40) |
·
cenderung
berhubungan dengan laut ·
banyak
mendapat pengaruh dari berbagai kebudayaan.
|
b. Pegunungan/Subur/Dataran Tingi yang
dingin
|
No. |
Budaya |
Keterangan |
|
1 |
Cara Berpakaian |
·
Bahan
Tebal ·
Memberi
rasa hangat |
|
2 |
Bentuk Rumah |
·
Bangunan
yang kokoh ·
Atap
yang curam ·
Dan
terbuat dari jerami |
|
3 |
Mata Pencaharian |
·
Petani
dan beternak |
|
4 |
Motif batik pegunungan |
·
terinspirasi
dengan alam dan flora fauna setempat, contoh sekitar Banyumas dan Pekalongan
(hal. 40-41)
|
Faktor lain yang memengaruhi keberagaman budaya di Indonesia di antaranya faktor geografis, seperti
* isolasi geografis,
* kondisi iklim, dan
* letak geografis. ( hal.
43-44) :
Interaksi
antar masyarakat yang berasal dari berbagai penjuru dunia dan penduduk di
wilayah Nusantara pada masa lalu memberikan pengaruh besar terhadap kebudayaan.
(hal. 45)
Jumlah penduduk dan luas wilayah akan memengaruhi keberagaman budaya (hl. 45)
Penjajahan,
perang, dan globalisasi
telah menyebabkan para pendatang menetap di daerah baru dan berinteraksi dengan
penduduk setempat. Akibatnya, terbentuk komunitas masyarakat yang dipengaruhi
oleh beberapa budaya. (hal. 45)
Bangsa
Indonesia sebagai bangsa majemuk dan multikultur terdiri atas berbagai
macam kebudayaan.
Keragaman
budaya merupakan kekayaan bangsa yang perlu kita lestarikan. Pelestarian
budaya perlu dilakukan untuk kepentingan generasi penerus bangsa agar tidak
kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Selasa, 01 September 2026
B. KONDISI GEOGRAFIS MEMENGARUHI KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT (IPS KELAS 8 SEMESTER GANJIL)
1. Keragaman
Sosial Budaya di Masyarakat (hal. 37-39)
*
Pengertian Kebudayan
1)
Tokoh antropologi Indonesia, Koentjaraningrat,
berpendapat bahwa “kebudayaan” berasal dari bahasa Sanskerta, buddhayah
Kata
buddhayah merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.
Dengan
demikian, arti dari kebudayaan ialah hal-hal yang berhubungan dengan budi
dan akal
2)
Notonagoro berpendapat bahwa kebudayaan sebagai
suatu perkembangan dari majemuk budi dan daya yang artinya daya dari budi atau
kekuatan dari akal.
Tujuh
unsur kebudayaan (hal. 37 s.d. 39 )
|
No. |
Unsur Kebudayaan |
Keterangan |
|
1 |
Sistem Bahasa |
dapat berbeda berdasarkan
wilayah geograࢆs,
kelompok etnis, atau agama Indonesia memiliki 718 (Badan
Bahasa, Kemendikdasmen RI) |
|
2 |
Sistem Pengetahuan |
Sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide
manusia semisal astronomi tradisional (sistem pranoto mangsa (jawa) Nelayan Bugis (Makassar) menggunakan Bintang Tujuh (Pleides) dan
Bintang Timur (Venus) untuk panduan berlayar |
|
3 |
Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosia |
Tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan
aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana
dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. esatuan sosial yang paling dekat dan dasar ialah kerabatnya, yaitu
keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Contoh matrilinela dan
patrilineal |
|
4 |
Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi |
bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup
dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan ࢆsik.
(benda) Contoh: alat-alat produktif, gerabah, senjata, makanan, minuman, dan
obat tradisional. |
|
5 |
Sistem Mata Pencaharian |
cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem
perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. a. Berburu dan meramu, contohnya mengumpulkan umbi-umbian. b. Beternak, contohnya memelihara ayam. c. Bercocok tanam, contohnya
menanam padi di sawah. d. Menangkap ikan, contohnya menangkap ikan di laut. e. Menambang, contohnya menambang batu kapur. f. Perajin, contohnya membuat keranjang dari rotan. |
|
6 |
Sistem Religi |
* kekuatan gaib atau supranatural dianggap lebih tinggi daripada
manusia dan * mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk
berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan
supranatural tersebut. |
|
7 |
Sistem Kesenian |
etnografi : tentang unsur seni meneliti perkembangan seni |
-
BPUPKI DAN PPKI BPUPKI dan PPKI adalah dua badan buatan Jepang yang bertugas merancang kemerdekaan Indonesia : BPUPKI menyelidiki persiapan ...
-
Rumah di Rengasdengklok Teks Konsep Proklamasi Teks Proklamasi Ketikan / Resmi Pengibaran Bendera Pusaka Pembacaan Nas...
-
PERITIWA-PERISTIWA PENTING SEPUTAR KELAHIRAN PANCASILA 1. Pembentukan BPUPKI (hal 6) No. TANGGAL PERISTIWA ...





