|
No. |
PERANAN |
NAMA
TOKOH |
|
1
2 |
Peristiwa Rengasdengklok
Proklamasi Kemerdekaan |
1.
Ir.
Soekarno 2.
Drs.
Moh. Hatta 3.
Dr.
Radjiman Wedyodiningrat 4.
Mr.
Achmad Soebardjo Disebut
sebagai golongan tua
5.
Sukarni 6.
Sutan
Syahrir 7.
Wikana Disebut
sebagai golongan muda
Proklamator 1.
Ir.
Soekarno 2.
Drs.
Moh. Hatta Perumusan Naskah Proklamasi 1.
Ir.
Soekarno (menulis naskah konsep 2.
Drs.
Moh. Hatta ( penyusun kalimat/teks 3.
Sayuti
Melik (mengetik naskah resmi) 4. Laksamana Muda Maeda (penyedia tempat) Upacara Pengibaran Bendera Pusaka, Pembacaan
Naskah Proklamasi 1.
Ir.
Soekarno ( Pembaca Naskah) 2.
Drs.
Moh. Hatta (Pendamping) 3.
Latif
Hendraningrat ( Pengibar Bendera) 4.
Soehoed
(Pengibar Bendera ) 5.
Fatmawati
( penjahit Bendera Pusaka)
|
Drs. Mohammad
Hatta mengajak Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimedjo, dan
Mr. Teuku Mohammad Hasan dari Sumatra melaksanakan suatu rapat pendahuluan.
Drs. Mohammad
Hatta menyatakan, “Supaya kita jangan pecah sebagai bangsa, kami mufakat untuk
menghilangkan bagian kalimat ... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
bagi pemeluk-pemeluknya”, dan menggantinya dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Sejarah
kelahiran Pancasila didasarkan pada rangkaian peristiwa sejarah tokoh pendiri
negara dalam sidang perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara. Di
dalam Konsiderans Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 dinyatakan bahwa
rumusan Pancasila sejak kelahirannya tanggal 1 Juni 1945 yang disampaikan Ir.
Sukarno, rumusannya dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 serta rumusan final pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan satu kesatuan proses lahirnya
Pancasila. (hal. 33 )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar