PERITIWA-PERISTIWA
PENTING SEPUTAR KELAHIRAN PANCASILA
1.
Pembentukan BPUPKI (hal 6)
|
No. |
TANGGAL |
PERISTIWA |
HAL |
|
1 |
8 Desember 1941, |
Jepang menyerang pangkalan
armada Amerika Serikat di Kota Pearl Harbour Pulau Hawai. |
6 |
|
2 |
8 Maret 1942 |
panglima tentara Hindia
Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang, Jawa Barat |
8 |
|
3 |
1 Maret 1945 |
Jepang membentuk Badan
Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan disingkat BPUPK atau Dokuritsu Zyunbi
Tyoosakai |
8 |
|
4 |
29 April 1945 |
Badan Penyelidik/ BPUPK ini
dilantik dr. K.R.T. Radjiman
Wedyodiningrat diangkat sebagai ketua, didampingi oleh Raden Pandji Soeroso
dari Indonesia dan Ichibangase Yosio dari Jepang sebagai wakil ketua. |
9 |
|
5 |
29 Mei–1 Juni 194 |
BPUPK
melaksanakan sidangnya yang pertama untuk membahas
dasar negara, |
9 |
|
6 |
10–17 Juli 1945 |
membahas
rancangan Undang-Undang Dasar Sidang BPUPK
dilaksanakan di gedung Chuo Sangi In yang sekarang dikenal dengan nama Gedung
Pancasila di Jalan Pejambon No. 6 Jakarta. |
9 |
2.
Kelahiran Pancasila dalam Sidang BPUPK
|
No. |
TANGGAL |
PERISTIWA |
HALAMAN |
|
1 |
29 Mei 1945 sampai dengan 1
Juni 1945 |
Masa persidangan BPUPK yang
pertama dipimpin oleh ketua BPUPK,
yaitu dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat. |
14 |
|
2 |
1 Juni 1945 |
Ir. Sukarno menyampaikan
pemikirannya tentang dasar negara (Pancasila) |
14 |
|
3 |
“Keputusan Presiden Nomor 24
Tahun 2016 |
tentang Hari Lahir Pancasila |
15 |
|
4 |
22 Juni 1945 |
rumusan Piagam Jakarta oleh
Panitia Sembilan |
15 |
|
5 |
18 Agustus 1945 |
rumusan inal
oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia |
15 |
|
|
|
|
|
Setelah berakhirnya sidang BPUPK yang
pertama, dibentuklah Panitia Kecil yang terdiri atas delapan orang yang
diketuai oleh Ir. Sukarno. Panitia ini bertugas mengumpulkan usul-usul para
anggota BPUPK serta merumuskan Pancasila sebagai dasar negara berdasarkan
pidato yang disampaikan Ir. Sukarno. (hal. 16)
Panitia
Sembilan ini, pada tanggal 22 Juni 1945 di kediaman Ir. Sukarno Jalan
Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, berhasil menyepakati rancangan preambul yang
di dalamnya terdapat rumusan Pancasila. Ir. Sukarno menyebut rancangan preambul
ini dengan “Mukadimah”, Muhammad Yamin menyebutnya “Piagam Jakarta”, dan
Soekirman Wirsosandjojo menyebutnya “Gentlemen’s Agreement”.(hal. 17)





