SEMANGAT PAGI, Latihan Ngonten 1
Minggu, 26 Juni 2022
Rabu, 08 Juni 2022
INFORMASI PPDB SMP NEGERI 2 PATEBON TAHUN PELAJARAN 2022/2023
INFORMASI PPDB SMP NEGERI 2 PATEBON TAHUN PELAJARAN 2022/2023
I. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
1.Pendaftaran :
a. Dibuka :
Senin , tanggal
20 Juni 2022, pukul 07.00 WIB,
b. Ditutup
:
Jumat,
tanggal 24 Juni 2021, pukul 09.00 WIB
Tempat :
A.
Online website : http://disdikbud.kendalkab.go.id/ppdb
atau http://kendal.siap-ppdb.com
B. SMP N 2 Patebon
Jl. Raya Sunan Abinawa Patebon Kendal
51351
2.Pengumuman :
a. Hari,
Tanggal :
Sabtu , 25
Juni 2022
b. Waktu :
selambat-lambatnya
pukul 12.00 WIB.
3.Daftar Ulang :
a. Hari
, Tanggal :
Senin , 27 Juni 2022 s.d. Sabtu , 2 Juli 2022
b. Waktu :
07.30
s.d. 12.00 WIB (Hari Senin s.d Kamis dan Sabtu)
07.30
s.d. 11.00 WIB (Hari Jumat)
c. Tempat
SMP
Negeri 2 Patebon, Jalan Raya Sunan Abinawa Kecamatan Patebon 51351
4. Hari Pertama Masuk : Senin, tanggal 11 Juli 2022, pukul 07.00
WIB
II. CALON PESERTA DIDIK
1. Calon peserta didk
jalur Zonasi diseleksi berdasarkan
radius jarak terdekat antara tempat tinggal dengan sekolah paling
sedikit 50% ( (minimal
256 X 50% = 128 orang)
2.
Calon
pesert didik yang diterima melaui Jalur Afirmasi adalah calon peserta didik yang berasal dari
keluarga ekonomi tidak mampu berjumlah
15% (lima belas persen dari jumlah
keseluruhan peserta yang diterima (256 x 15%
= 38 orang)
3.
Calon
peserta didik Jalur Pindah Tugas Orang Tua/ wali paling banyak 5% dari jumlah
peserta didik yang diterima ( 256 x 5% =
13 orang)
4.
Calon
Peserta Didik yang diterima Jalur
Prestasi paling banyak 30% dari jumlah peserta didik yang diterima (256 x 30%= 77 orang )
5.
Apabila
calon peserta didik dari Jalur Afirmasi, Jalur Perpindahan Orang tua/wali dan
Jalur Prestasi tidak mencukupi kuota, maka, sisa kuota tersebut dialihkan dialihkan untuk jalur Zonasi
III. DAYA TAMPUNG
Rencana jumlah peserta didik yang diterima dalam penerimaan peserta
didik baru tahun pelajaran 2022 / 2023 adalah 8 rombongan belajar dengan kapasitas @ 32 siswa.
V. CALON PESERTA DIDIK
a. Calon peserta didk
jalur Zonasi diseleksi berdasarkan
radius jarak terdekat antara tempat tinggal dengan sekolah paling
sedikit 50% ( (minimal
256 X 50% = 128 orang)
b.
Calon
pesert didik yang diterima melaui Jalur
Afirmasi adalah calon peserta didik yang
berasal dari keluarga ekonomi tidak
mampu berjumlah 15% (lima belas persen
dari jumlah keseluruhan peserta
yang diterima (256 x 15% = 38 orang)
c.
Calon
peserta didik Jalur Pindah Tugas Orang Tua/ wali paling banyak 5% dari jumlah
peserta didik yang diterima ( 256 x 5% =
13 orang)
d.
Calon
Peserta Didik yang diterima Jalur
Prestasi paling banyak 30% dari jumlah peserta didik yang diterima (256 x 30%= 77 orang )
e.
Apabila
calon peserta didik dari Jalur Afirmasi, Jalur Perpindahan Orang tua/wali dan
Jalur Prestasi tidak mencukupi kuota, maka, sisa kuota tersebut dialihkan dialihkan untuk jalur Zonasi
VI. DAYA TAMPUNG
Rencana jumlah peserta didik yang diterima dalam penerimaan
peserta didik baru tahun pelajaran 2022 / 2023 adalah 8 rombongan belajar dengan kapasitas @ 32 siswa.
VII. PERSYARATAN
Berkas yang harus diunggah (upload) berupa file/softcopy/foto melalui link
PPDB :
a. Scan/foto Asli ijazah SD/MI/sederajat atau surat keterangan yang
berpeghargaan sama dengan ijazah SD/MI/sederajat
b. Scan/foto Asli Akta Kelahiran ATAU Surat Keterangan Lahir dengan batas usia
paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli 2020
c. Scan/foto Asli Kartu Keluarga yang menerangkan bahwa calon peserta didik
tersebut telah berdomisili paling singkat 1 tahun sebelum pelaksanaan PPDB
d. Scan/foto Print Out NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)
e. Scan Asli Piagam Prestasi tertinggi yang dimiliki serendah-rendahnya Juara
I tingkat kecamatan.
f. Selain persyaratan tersebut di atas, calon peserta didik dengan kriteria
tertentu wajib mengunggah (upload) Surat Keterangan yaitu :
1) Calon Peserta Didik dari Pondok Pesantren menyertakan Scan surat keterangan
dari Yayasan Pondok Pesantren yang telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia.
2) Calon Peserta Didik dari Panti Asuhan/Sosial Negeri menyertakan Scan surat
keterangan dari lembaga pengelola panti, sedangkan calon peserta didik dari Panti
Asuhan/Sosial yang dikelola oleh masyarakat harus telah berbadan hukum dengan
menyertakan Scan/foto surat keterangan dari lembaga pengelolal panti dan
diketahui oleh Dinas Sosial dan diketahui Dinas Sosial seseuai kewenangannya.
g. Sekolah dapat meminta calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur
Afirmasi, Jalur Pindah Orang Tua/Wali, Jalur Prestasi melakukan verifikasi
keabsahan dan keaslian berkas terutama terkait dokumen yang menunjukkan
keabsahan calon peserta didik untuk mendaftar melalui jalur tersebut.
VIII. PENDAFTARAN
1. Ketentuan Umum
a. Pelaksanaan PPDB dengan menggunakan system dalam jaringan (daring)
b. Menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.
2. Tata Cara Pendaftaran dan Verifikasi Pendaftaran
a. Calon peserta didik dapat mendaftarkan secara mandiri melalui daring atau
datang langsung pada satuan pendidikan untuk melakukan pendaftaran dengan
bantuan operator yang berada pada satuan pendidikan.
b. Calon peserta didik SMP Negeri lulusan tahun sebelumnya wajib dating
langsung pada satuan pendidikan yang dituju sekaligus melakukan verifikasi
secara langsung disamping melakukan pendaftaran secara daring sesuai ketentuan.
c. Calon peserta didik SMP negeri dapat mendaftarkan diri pada 1 (satu)
satuan pendidikan pilihan 1 ( pertama ), pilihan ke-2 (dua), pilihanke-3 (tiga)
dan pilihan ke-4 (empat).
d. Peserta didik yang sudah mendaftar hanya dapat diverifikasi di salah satu
jalur saja, apabila salah salah satu jalur sudah diverifikasi maka tidak dapat
diverifikasi di jalur lain.
e. Peserta didik yang mendaftar melalui jalur zonasi akan diverifikasi oleh
sekolah berdasrkan bukti dokumen yang sudah dikirim melalui aplikasi PPDB
f. Peserta didik yang mendaftar melalui perpindahan tugas orang tua/wali,
jalur afirmasi dan jalur prestasi wajib melakukan verifikasi secara langsung ke
sekolah dimaksud.
g. Sekolah dapat menolak verifikasi jika ditemukan ketidaksesuaian antara
berkas yang diajukan dan data yang
diterima, penolakan tersebut dapat dipantau langsung oleh peserta didik melalui
aplikasi PPDB
h. Peserta didik dapat melakukan batal verifikasi atas permintaan sendiri
melalui sekolah dan secara otomatis akan mundur sebagai calon peserta PPDB di
satuan pendidikan tersebut. Peserta didik dapat meminta verifikasi kembali
untuk mendaftar sebagai calon peserta PPDB sesuai ketentuan huruf a sampai
dengan huruf j.
i. Peserta didik yang mengajukan batal verifikasi hadir secara pribadi atau
diwakili orang tua/wali ke sekolah dengan membawa bukti pendaftaran dan
persyaratan PPDB.
IX. PENUTUP
Demikian informasi ini kami sampaikakan sebagai
informasi sementara pelaksanaan PPDB SMP 2 Patebon tahun
pelajaran 2022/2023 agar dapat lancar sesuai harapan semuanya.
Patebon,
24 Mei 2022
Info PPDB:
1)
Sutarno,
S.Pd : 0895412589257
2)
Drs.
Moh. Amirudin : 081227595294
3)
Supriyanto,
S. Pd : 081327194882
4)
K
Budi Aryanto :
087700681091
Minggu, 29 Mei 2022
MILAD PKS KE-20 PKS
MILAD PKS KE-20 PKS
https://www.youtube.com/watch?v=aWcElgJUr_U
https://www.youtube.com/watch?v=XNZLF9Ynphs
Jumat, 27 Mei 2022
Senin, 23 Mei 2022
PERUBAHAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN ( IPS SMP KELAS 8 SEMESTER GENAP)
PERUBAHAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN
( Hal. 258 s.d. 270 )
Terjadinya
kolonialisme dan imperialisme di Indonesia menyebabkan berbagai
perubahan
masyarakat Indonesia baik aspek geografis, ekonomi, budaya, pendidikan,
maupun politik.
a. Perubahan pada
Masa Kolonial Barat
1) Perluasan Penggunaan Lahan
Penambahan jumlah lahan untuk tanaman ekspor dilakukan di berbagai wilayah
di Indonesia. Bukan hanya pemerintah kolonial yang mengembangkan lahan
perkebunan di Indonesia, tetapi juga perusahaan-perusahaan swasta.
2) Persebaran Penduduk dan
Urbanisasi
Persebaran penduduk Indonesia
tidak sebatas dalam lingkungan nasional,
tetapi juga lintas negara. Sebagai bukti, perhatikan gambar di bawah ini.
3) Pengenalan Tanaman Baru
Beberapa tanaman andalan ekspor
dikenalkan dan dikembangkan di Indonesia
4) Penemuan Tambang-Tambang
5) Transportasi
dan Komunikasi
Pada zaman penjajahan Belanda, banyak dibangun jalan raya, rel kereta api,
dan jaringan telepon. Pembangunan berbagai sarana transportasi dan
komunikasi
tersebut mendorong mobilitas barang dan jasa yang sangat cepat. Pada
transportasi
laut juga dibangun berbagai dermaga di berbagai daerah di Indonesia.
6) Perkembangan Kegiatan Ekonomi
Perubahan masyarakat dalam kegiatan
ekonomi pada masa kolonial terjadi
baik dalam
kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi
7) Mengenal Uang
8) Perubahan
dalam Pendidikan
Terdapat dua pendidikan yang dikembangkan pada masa pemerintahan kolonial
Barat. Pertama adalah pendidikan yang dikembangkan oleh pemerintah, dan yang
kedua adalah
pendidikan yang dikembangkan oleh masyarakat.
9) Perubahan dalam Aspek Politik
Kejayaan kerajaan-kerajaan pada masa
sebelum kedatangan bangsa Barat
satu per satu mengalami kemerosotan bahkan keruntuhan.
Terbentuknya pemerintahan
Hindia Belanda di satu sisi menguntungkan bangsa
Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda yang terpusat menyebabkan hubungan
yang erat antara rakyat Indonesia dari berbagai daerah. Muncul perasaan
senasib
dan sepenanggungan dalam bingkai Hindia Belanda
10) Perubahan
dalam Aspek Budaya
Antara lain : bangunan Eropa, dansa dan minuman keras, tarian barat, dan
agama Kristen. Penyebaran agama Kristen menjadi lebih intensif lagi seiring dengan
datangnya bangsa-bangsa Barat ke Indonesia pada abad XVI. Pengaruh lain dalam
bidang budaya adalah pakaian, bahasa, makanan, dan jenis
pekerjaan baru. Pakaian gaya Eropa tidak hanya berpengaruh dalam lingkungan
keraton, tetapi juga masyarakat luas. Kalian dapat menemukan berbagai kosa
kata
pengaruh Belanda seperti knalpot, kabinet, kanker, dan sebagainya.
b. Perubahan Masyarakat pada Masa Penjajahan
Jepang
1) Perubahan dalam Aspek Geografi
Menurut
catatansejarah, jumlah tenaga kerja yang dikirim ke luar Jawa, bahkan ke luar
negeri seperti ke Burma, Malaya, Vietnam, dan Mungthai/Thailand mencapai
300.000 orang. Ratusan ribu orang tersebut banyak yang tidak diketahui nasibnya
setelah
Perang Dunia II usai.
2) Perubahan dalam Aspek Ekonomi
Putusnya hubungan dengan
perdagangan dunia
mempersempit kegiatan perekonomian di Indonesia. Perkebunan tanaman ekspor
diganti menjadi lahan pertanian
untuk kebutuhan sehari-hari.
3) Perubahan dalam Aspek Pendidikan
Tradisi budaya Jepang dikenalkan di sekolah-sekolah mulai dari tingkat
rendah.
Para siswa harus digembleng agar bersemangat Jepang (Nippon Seishin). Para
pelajar juga harus menyanyikan lagu Kimigayo (lagu kebangsaan Jepang) dan
lagu-lagu lain, menghormati bendera Hinomaru, serta melakukan gerak badan
(taiso) dan seikerei.
4) Perubahan
dalam Aspek Politik
Secara politik organisasi pergerakan yang pernah ada sulit mengembangkan
aktivitasnya. Bahkan, Jepang melarang dan membubarkan semua organisasi
pergerakan politik yang pernah ada di masa kolonial Belanda
Hanya MIAI yang kemudian diperbolehkan hidup karena organisasi ini dikenal
sangat anti
budaya Barat (Belanda). Kempetai selalu memata-matai gerak-gerik organisasi
pergerakan nasional. Akibatnya, muncul gerakan-gerakan bawah tanah.
5) Perubahan
dalam Aspek Budaya
Jepang berusaha ‘menjepangkan Indonesia .Ajaran Shintoisme diajarkan
pada masyarakat Indonesia. Kebiasaan menghormat matahari dan menyanyikan
lagu Kimigayo merupakan salah satu pengaruh pada masa pendudukan Jepang.’
Pada tanggal 20 Oktober 1943, atas desakan dari beberapa tokoh
Indonesia, didirikanlah Komisi (Penyempurnaan) Bahasa Indonesia. Tugas
Komisi adalah menentukan
istilah-istilah modern dan menyusun suatu tata bahasa
normatif serta menentukan kata-kata yang umum bagi bahasa Indonesia.
RANGKUMAN
Perubahan masyarakat indonesia
pada masa penjajahan
(Hal. 258 s.d. 270)
a. Perubahan pada
Masa Kolonial Barat
1) Perluasan Penggunaan Lahan
2) Persebaran Penduduk dan Urbanisasi
3) Pengenalan Tanaman Baru
4) Penemuan Tambang-Tambang
5) Transportasi dan Komunikasi
6) Perkembangan Kegiatan Ekonomi
7) Mengenal Uang
8) Perubahan dalam Pendidikan
9) Perubahan dalam Aspek Politik
10) Perubahan dalam Aspek Budaya
b. Perubahan Masyarakat pada Masa Penjajahan
Jepang
1) Perubahan dalam Aspek Geografi
2) Perubahan dalam Aspek Ekonomi
3) Perubahan dalam Aspek Pendidikan
4) Perubahan dalam Aspek Politik
5) Perubahan dalam Aspek Budaya
1. Perpustakaan
Digital Sutarno SMP 2 Patebon :
https://fliphtml5.com/homepage/ixydv
2.
VIDEO PERUBAHAN MASYARAKAT PADA MASA PENJAJAHAN
https://www.youtube.com/watch?v=GbfKmCnqkqY
Jumat, 20 Mei 2022
PERGERAKAN NASIONAL PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG (MATERI PELAJARAN IPS SMP KELAS 8 SEMESTER GENAP)
PERGERAKAN NASIONAL PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG
(Hal. 247 s..d. 257 )
Pra. Proses Penguasaan Indonesia
Pada tanggal
8 Desember 1941, Jepang melakukan penyerangan terhadap
pangkalan
militer AS di Pearl Harbour. Setelah memborbardir Pearl Harbour, Jepang
masuk ke
negara-negara Asia dari berbagai pintu. Pada tanggal 11 Januari 1942,
Jepang mendaratkan pasukannya di Tarakan, Kalimantan
Timur. Jepang menduduki
kota minyak
Balikpapan pada tanggal 24 Januari. Selanjutnya, Jepang menduduki
kota-kota
lainya di Kalimantan.
Jepang
berhasil menguasai Palembang pada tanggal 16 Februari 1942. Setelah
menguasai
Palembang, Jepang menyerang Pulau Jawa. Pulau Jawa merupakan pusat
pemerintahan
Belanda. Batavia (Jakarta) sebagai pusat perkembangan Pulau Jawa
berhasil
dikuasai Jepang pada tanggal 1 Maret 1942. Setelah melakukan berbagai
pertempuran,
Belanda akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Jepang pada tanggal 8
Maret 1942
di Kalijati, Subang-Jawa Barat. Surat perjanjian serah terima kedua belah
pihak
ditandatangani oleh Letnan Jenderal Ter Poorten (Panglima Angkatan Perang
Belanda) dan
diserahkan kepada Letnan Jenderal Imamura (pimpinan pasukan
Jepang). Sejak saat itu seluruh Indonesia berada di bawah kekuasan Jepang.
Jepang melakukan propaganda
dengan semboyan “Tiga A” (Jepang Pemimpin
Asia, Jepang Pelindung Asia,
Jepang Cahaya Asia) untuk menarik simpati rakyat
Indonesia. Selain itu, Jepang
menjanjikan kemudahan bagi bangsa Indonesia dalam
melakukan ibadah, mengibarkan
bendera merah putih yang berdampingan dengan
bendera Jepang, menggunakan
bahasa Indonesia, dan menyanyikan lagu kebangsaan
“Indonesia Raya” bersama lagu
kebangsaan Jepang “Kimigayo”.
b. Beberapa
kebijakan Pemerintahan Penudukan Jepang,
antara lain sebagai berikut :
1) Membentuk Organisasi-organisasi Sosial
Organisasi-organisasi sosial
yang dibentuk oleh Jepang di antaranya Gerakan 3A, Pusat Tenaga Rakyat,
Jawa Hokokai, dan Masyumi.
2) Pembentukan Organisasi Semi Militer
Jepang menyadari pentingnya
mengerahkan rakyat Indonesia untuk membantu perang menghadapi Sekutu. Oleh karena itu,
Jepang membentuk berbagai organisasi semimiliter, seperti Seinendan,
Fujinkai, Keibodan, Heiho, dan Pembela Tanah Air (Peta).
3) Pengerahan Romusha (Kerja Paksa )
Jepang melakukan rekruitmen
anggota romusha dengan tujuan mencari bantuan tenaga yang lebih besar untuk
membantu perang dan melancarkan aktivitas Jepang.
Anggota-anggota romusha
dikerahkan oleh Jepang untuk membangun jalan, kubu pertahanan, rel kereta api,
jembatan, dan sebagainya. Jumlah Romusha paling besar berasal dari Jawa, yang
dikirim ke luar Jawa, bahkan sampai ke Malaya, Myanmar, dan Thailand.
4) Eksploitasi
Kekayaan Alam
Jepang tidak hanya menguras
tenaga rakyat Indonesia. Pengerukan kekayaan alam dan harta benda yang dimiliki
bangsa Indonesia jauh lebih kejam daripada pengerukan yang dilakukan oleh
Belanda. Semua usaha yang dilakukan diIndonesia harus menunjang semua keperluan
perang Jepang.
Jepang mengambil alih seluruh
aset ekonomi Belanda dan mengawasi secara langsung seluruh usahanya.
b. C. Sikap
Kaum Pergerakan
1)
Memanfaatkan
Organisasi Bentukan Jepang
2)
Gerakan Bawah
Tanah
3)
Perlawanan Bersenjata
a)
Perlawanan Rakyat
Aceh
b)
Perlawanan
Singaparna, Jawa Barat
c)
Perlawananan
Indramayu, Jawa Barat
d) Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur
RANGKUMAN
A. Kejadian
Penting
a.
Tanggal 8
Desember 1941, Jepang melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer Amerika
di Pearl Harbour
b.
Tanggal 11
Januari 1942, Jepang mendaratkan paukannya di Tarakan Kalimantan Timur
c.
Tanggal 24
Januari 1942, Jepang menduduki kota minyak Balikpapan
d.
Tanggal 16
Februari 1942, Jepang menguasai Palembang
e.
Tanggal 1 Maret 1942
Jepang berhasil menguasai Pulau Jawa
f.
Tanggal 8 Maret
1942, Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati ( Subang, Jawa
Barat ). Pihak Belanda diwakili oleh Panglima Angkatan Perang Letnan Jenderal
Ter Porten dan diserahkan kepada Letnan Jenderal Imamura ( pimpinan pasukan
Jepang)
A.
Semboyan “Tiga A”
a.
Jepang Pemimpin
Asia
b.
Jepang Pelindung
Asia
c.
Jepang Cahaya
Asia
B. ORGANISASI
SOSIAL
a.
Gerakan 3A
b.
Pusat Tenaga
Rakyat (Putera)
c.
Jawa Hokokai
d.
Masyumi
C. ORGANISASI
SEMI MILITER
a.
Seinendan (
Barisan Pemuda )
b.
Fujinkai (Himunan
Wanita )
c.
Keibodan (
Barisan Pembantu Polisi)
d.
Heiho ( Prajurit
Pembantu Jepang )
e.
Peta (Pembela
Tanah Air )
1. Perpustakaan Digital Sutarno SMP 2 Patebon :
2. Ruang Kelas Online Sutarno SMP 2 Patebon Kendal :
https://sites.google.com/d/1uj73OhxIRyilnxTPU7-fgQdhVsC7vjuy/p/13u7AFXkuppTCsjdTCpd8yJJ3SbzgIAHM/edit
DAMPAK POSITIF DAN DAMPAK NEGATIF KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA ( IPS SMP KELAS 8 SEMESTER GANJIL)
Apa saja dampak positif dan negatif kondisi geografis Indonesia? Dampak Positif Kondisi Geografis Indonesia 1. Posisi Strategis un...
-
BPUPKI DAN PPKI BPUPKI dan PPKI adalah dua badan buatan Jepang yang bertugas merancang kemerdekaan Indonesia : BPUPKI menyelidiki persiapan ...
-
PERITIWA-PERISTIWA PENTING SEPUTAR KELAHIRAN PANCASILA 1. Pembentukan BPUPKI (hal 6) No. TANGGAL PERISTIWA ...
-
Letak Indonesia di persimpangan dunia memberikan keuntungan besar sekaligus tantangan . Secara astronomis (6° LU-11° LS & 95° BT-141°...