Kamis, 14 Oktober 2021

SALURAN DAN DAMPAK MOBILITAS SOSIAL ( IPS SMP KELAS 8 SEMESTER GANJIL )

 SALURAN DAN DAMPAK MOBILITAS SOSIAL

(Halaman 94 s.d. 98 )






A. SALURAN-SALURAN MOBILITAS SOSIAL








B. DAMPAK MOBILITAS SOSIAL




VIDEO  PEMBELAJARAN : 








Rabu, 06 Oktober 2021

FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL (IPS SMP KELAS VIII/SEMESTER GANJIL)

 FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL

( Halaman 88 s.d. 94 )











A. FAKTOR-FAKTOR PENDORONG MOBILITAS SOSIAL

Mengutip penjelasan di sebuah artikel tentang mobilitas sosial petani karet di kawasan Indragiri Hulu, yang terbit dalam Jurnal Online Mahasiswa Fisip Universitas Riau (Vol. 2, No. 2, 2015), ada sejumlah faktor mobilitas sosial, sebagaimana perincian berikut ini.

1.      Faktor Struktural

Faktor struktural adalah jumlah relatif dari posisi tertentu yang bisa diisi. Ketika status sosial yang dituju oleh individu memang ada tempatnya untuk diisi, maka kondisi tersebut dapat mendorong terjadinya mobilisasi sosial. Contoh, adanya lowongan pekerjaan dapat mendorong pengangguran untuk melalukan mobilitas sosial.

2.      Faktor Individu

Faktor individu merujuk pada kualitas seseorang, baik dari pendidikan, penampilan, keterampilan, dan lain sebagainya. Adapun yang termasuk dalam cakupan individu yakni perbedaan kemampuan, orientasi sikap terhadap mobilitas, dan keberuntungan.

3.      Status Sosial

Sejak manusia lahir, ia telah berada di status sosial tertentu mengikuti orang tuanya. Apabila seorang individu tidak puas dengan status sosial yang diwariskan oleh orang tuanya, ia dapat mencari kedudukan sendiri dan melakukan mobilisasi sosial. Hal ini hanya mungkin terjadi di struktur sosial masyarakat yang terbuka.

4.      Faktor Ekonomi

Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial. Kenyataan hidup yang serba kekurangan dapat mendorong manusia untuk giat bekerja dan merubah status sosialnya.

5.      Situasi Politik

       Situasi politik dapat menyebabkan terjadinya mobilitas suatu masyarakat dalam sebuah negara. Keadaan negara yang tidak menentu berpengaruh ke situasi keamanan yang bisa mengakibatkan terjadinya mobilitas masyarakat ke daerah yang lebih aman.

6.      Kependudukan (Demografi)

Faktor kependudukan bisa menyebabkan mobilisasi dalam arti geografik. Contoh, pemukiman yang semakin padat dapat mendorong sebagian warga masyarakat mencari tempat kediaman yang lain. Selain itu, pertambahan penduduk juga bisa mengakibatkan menjamurnya pengangguran. Kondisi ini dapat mengubah status dan stratifikasi sosial dalam masyarakat. Ada yang menjadi kaya atau miskin. Ada yang mendapatkan jabatan tertentu tetapi ada juga yang kehilangan jabatan.

7.      Keinginan untuk melihat daerah lain

Keinginan melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melakukan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain. Keadaan ini dapat menimbulkan terjadinya mobilitas sosial. Misalnya, seorang turis ketika di negaranya berstatus sosial rendah, kemudian setelah pindah ke Indonesia ia menekuni beberapa usaha. Saat usahanya sukses, sang turis berhasil berubah status sosialnya menjadi kelas menengah, atau bahkan kelas atas. 


FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL

Dalam buku Struktur dan Mobilitas Sosial karya Purwasih (2019: 51), dijelaskan bahwa terdapat 3 faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial.

 

Pertama, sistem lapisan sosial yang tertutup.

Sistem pelapisan sosial tertutup dalam masyarakat dapat menghambat kemungkinan individu melakukan mobilitas sosial naik. Misalnya, dalam masyarakat feodal, hanya keturunan bangsawan yang dapat mendudukin lapisan sosial kelas atas. Sementara rakyat kecil tetap menempati lapisan sosial kelas bawah.

 

 Kedua, kemiskinan.

Sebagian besar masyarakat miskin merasa kesulitan untuk menaikkan kelas sosialnya karena terbentur minimnya biaya. Kemampuan menjalankan usaha dan menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi terbatas karena minimnya dana yang dimiliki.

 

Ketiga, kebudayaan masyarakat.

Adakalanya masyarakat bersikap tertutup pada perubahan yang terjadi karena pengaru dari luar kebudayaannya. Golongan masyarakat ini biasanya masih memegang teguh adat-adat dan tradisinya. Oleh karena itu, masyarakat sulit melakukan mobilitas sosial karena tidak mau menerima perubahan yang ada.

Link : Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat Mobilitas Sosial :

1. https://www.youtube.com/watch?v=HJd7mkqUsu0

2. https://www.youtube.com/watch?v=w0-p6ZGNBkM

3. https://www.youtube.com/watch?v=5Ppfqayd-TU

Ice Breaking :



PENGERTIAN DAN BENTUK - BENTUK MOBILITAS SOSIAL (SMP IPS KELAS VIII/SEMESTER GANJIL)














PENGERTIAN DAN BENTUK-BENTUK MOBILITAS SOSIAL

(Halaman 79 s.d. 87)



PENGERTIAN MOBILITAS SOSIAL

 Mobilitas sosial adalah perpindahan status sosial yang dimiliki seseorang atau kelompok ke status sosial yang lain dalam masyarakat. Hasil perpindahan status sosialnya bisa menjadi lebih tinggi, lebih rendah, bahkan tetap sederajat.

Kenapa hasil perpindahannya berbeda-beda? Sebab mobilitas sosial terbagi menjadi beberapa bentuk. Nah, terjadinya bentuk-bentuk itu tidak terlepas dari adanya faktor pendorong dan penghambat yang perlu kita ketahui. Lalu apa saja ya bentuk dan faktor mobilitas sosial? Yuk, simak kelanjutan artikelnya!


Pembagian bentuk mobilitas sosial didasarkan pada berpengaruh tidaknya hasil perpindahan status sosial yang dialami dengan derajat sosial yang dimiliki. Secara umum bentuk mobilitas sosial terbagi menjadi dua, yaitu vertikal dan horizontal.




BENTUK BENTUK MOBILITAS SOSIAL

1. Mobilitas Sosial Vertikal

Coba bayangkan kamu berada di bagian tengah sebuah garis vertikal dehUdahNah, ketika kamu berada di posisi itu, kamu punya kesempatan buat naik ke atas atau turun ke bawah ‘kan? Begitu juga dengan mobilitas vertikal yang dibedakan menjadi mobilitas sosial vertikal ke atas dan mobilitas sosial vertikal ke bawah. Maksudnya, perpindahan status sosial yang terjadi bisa menjadi lebih tinggi (naik) maupun lebih rendah (turun). Makanya, mobilitas vertikal adalah perpindahan status sosial yang dimiliki seseorang atau kelompok ke status sosial lain yang tidak sederajat dari sebelumnya.

2. Mobilitas Sosial Horizontal

Sekarang coba bayangkan kamu berada di tengah sebuah garis horizontal deh. Kalau kamu berada di sana, mau kamu pindah ke kanan kek atau ke kiri kek, pasti kamu akan tetap di satu tempat yang sejajar ‘kan? Nah, kayak begitulah mobilitas horizontal. Dalam mobilitas horizontal, perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau kelompok tidak akan mengubah derajat sosialnya atau akan tetap sejajar seperti sebelumnya.

Contohnya, seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit Bandung diharuskan pindah tugas ke rumah sakit Jakarta. Pada kasus itu, dokter tersebut mengalami mobilitas horizontal, yaitu perpindahan tempat kerja tetapi tidak mengubah status sosialnya sebagai dokter.


Link : Pengertian, dan Bentuk Mobilitas Sosial

1.https://www.youtube.com/watch?v=2KlJss95O6Y

2. https://www.youtube.com/watch?v=ZnLzLjyPcJ4&t=58s









 

 

 

Selasa, 07 September 2021

LOGO ASEAN, BENDERA NEGARA- NEGARA ANGGOTA ASEAN ( - 2021)

 LOGO ASEAN







BENDERA NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN


 















1.      1.  Link Makna Lambang Asean

https://www.youtube.com/watch?v=lWZLcBgiQkA

 

2.      2.  Link Menggambar Logo ASEAN

https://www.youtube.com/watch?v=0tzYyPRG4ac

 

3.       3. Link Menggambar Bendera Negara Asean

https://www.youtube.com/watch?v=2bn2XeRsKi4

Senin, 06 September 2021

TUTORIAL MOODLE STWOPA (STWOPA, 4 SEPTEMBER 2021)


 






Assalamualaikum wr wb. Bapak Ibu

Monggo bisa di tonton, Tutorial Penggunaan Moodle Stwopa untuk Guru.

Jika Bapak Ibu membutuhkan bantuan langsung, dapat menghubungi Tim Daring 🙏 🙏 🙏

 

TUTORIAL 1: PENGUMUMAN DAN ABSENSI DI MOODLE STWOPA UNTUK GURU

https://youtu.be/k9EvVYqXw84

 

TUTORIAL 2: MENGIRIM MATERI KE SISWA DI MOODLE STWOPA

https://youtu.be/JK89yv1fIL0

 

TUTORIAL 3: MEMBUAT TEMPAT PENGUMPULAN FOTO TUGAS SISWA

https://youtu.be/YEp9XhuMATo

 

TUTORIAL 4: MEMBUAT SOAL PILIHAN GANDA

https://youtu.be/TYAA1jkSHS8

 

Kamis, 02 September 2021

MATERI PJJ BENTUK-BENTUK KERJASAMA ASEAN IPS SMP KELAS 8 SEMESTER GANJIL









Pembelajaran 2
Bentuk-Bentuk Kerja Sama
ASEAN dan Perkembangannya
 

Interaksi dan kerja sama antarnegara-negara ASEAN semakin berkembang

seiring dengan munculnya berbagai kebutuhan dan kegiatan setiap negara anggotanya.

Kebutuhan sosial, politik, ekonomi dan bidang lainnya menuntut suatu negara untuk

berperan aktif melakukan kerja sama antarnegara.

 

Tujuan Pembelajaran

Setelah belajar materi bentuk-bentuk kerja sama ASEAN dan perkembangannya,

diharapkan Ananda dapat :

1. Menganalisis bentuk-bentuk kerja sama ASEAN dalam tabel dengan benar.

2. Membuat poster/gagasan cerita dalam bentuk tulisan tentang kegiatan yang

dapat meningkatkan kerja sama antarnegara-negara ASEAN dengan baik dan

menarik.


Klik Link berikut :

https://bit.ly/BENTUK2KERJASAMAASEAN


https://bit.ly/BENTUK2KERJASAMAASEAN2








DAMPAK POSITIF DAN DAMPAK NEGATIF KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA ( IPS SMP KELAS 8 SEMESTER GANJIL)

  Apa saja dampak positif dan negatif kondisi geografis Indonesia?   Dampak Positif Kondisi Geografis Indonesia   1. Posisi Strategis un...